Articles

Find Our Latest News

Mengenal COVID-19 dan Gejalanya

mengenal-covid-19-dan-gejalanya2-23875.jpg

Novel Corona Virus (nCoV-19) adalah salah satu jenis dari coronavirus yang dapat menyerang sistem pernapasan. Virus ini ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO semenjak terjadinya peningkatan kasus di penjuru dunia.

Coronavirus pertama kali diidentifikasi sebagai penyebab flu pada tahun 1960 dan tidak dianggap sebagai virus yang mematikan. Kemudian semenjak terjadinya wabah virus SARS di China dan wabah MERS di Timur tengah yang merupakan bentuk baru dari corona, virus tersebut dianggap fatal karena mampu beradaptasi menjadi lebih ganas dan membahayakan manusia.

Beberapa bulan yang lalu tepatnya pada akhir Desember 2019, ditemukan jenis terbaru dari coronavirus yang disebut sebagai Novel Corona Virus (nCoV-19). Infeksi virus ini pertama kali diidentifikasi di kota Wuhan, Cina, yang ditularkan melalui hewan kepada manusia. Penularan ini kemudian terus menyebar ke daerah China lainnya hingga pada Februari 2020, beberapa negara di dunia telah dikonfirmasi ikut terjangkit virus ini. Hingga pada akhirnya, WHO menetapkan status pandemi terhadap penyakit virus nCoV-19 dan menamakan penyakit tersebut menjadi COVID-19.

Gejala COVID-19 hampir sama seperti gejala flu : batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau seperti gejala penyakit pernapasan berat : batuk berdahak, sesak napas, dan nyeri dada. Namun secara umum, ada 3 gejala yg dapat menandakan seseorang positif COVID-19, diantaranya : Demam (suhu tubuh diatas 38 derajat celcius), Batuk, dan Sesak Napas. Gejala ini muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu pasca terpapar virus. Penularan virus dapat terjadi jika seseorang tidak sengaja menghirup percikan bersin atau memegang mulut/hidung setelah melakukan kontak fisik dengan seseorang lainnya yang positif COVID-19.

Oleh karena belum ditemukan vaksin yang cocok untuk COVID-19, maka tindakan yang dapat dilakukan adalah mencegah dan meminimalisir penyebaran virus dengan rutin memeriksa/menjaga kesehatan diri serta membatasi aktivitas maupun kontak fisik dengan orang lain.

Share This Post